Transfer Factor itu apa?

By : Hendrawan

Banyak banget teman2 saya yang belum mengetahui apa itu Transfer Factor…

Lucunya ada yang bertanya

“ Transfer Factor itu kaya transfer tenaga dalamkah?

“Transfer Factor itu ada latihan khusus ya?

“Transfer Factor itu alatnya kaya gimana sih?

“Transfer Factor itu kaya X-Factor bukan?

Dan masih banyak lagi…hehe

Bahkan ada ada salah satu temen saya yang berprofesi sebagai dokter, katanya dia pernah mendengar Transfer Factor itu dari seorang professor yang mengajar dia saat dia masih kuliah, bahwa suatu saat bakal ditemukan suatu molekul cerdas yang dapat membantu mencerdaskan imun tubuh.

Untuk lebih jelas…ayo kita telusuri “apa Transfer Factor itu?

Istilah Transfer Factor (TF) barangkali asing bagi Anda. Transfer Factor bukan vitamin, mineral, atau herbal. Transfer Factor adalah “Molekul PENDIDIK Sistem Imun”.

Transfer Factor adalah rangkaian molekul kecil perantara yang cerdas dan berisi informasi yang mendidik sistem pertahanan tubuh untuk MENGENAL, MERESPON, dan MENGINGAT bakteri, virus atau musuh yang masuk ke dalam tubuh.

Transfer Factor terdapat dalam susu kolostrum (susu 3-hari pertama) dari ibu yang baru melahirkan.

Para ilmuwan membuat penelitian terhadap anak-anak lembu yang baru lahir. Anak lembu yang tidak mendapatkan kolostrum dari induknya mati dalam beberapa hari. Ini disebabkan anak lembu tadi tidak memiliki sistem ketahanan tubuh yang memadai untuk melawan kuman, bakteri, virus atau yang sejenis. Sebaliknya, anak lembu yang mendapatkan susu kolostrum dari induknya mampu bertahan hidup. Sekalipun tidak separah anak lembu, bayi yang tidak mendapatkan kolostrum dari ibunya tidak akan mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang baik.

Istilah Transfer Factor pertama kali digulirkan oleh Dr. H. Sherwood Lawrence. Pada tahun 1949 ia melakukan penelitian untuk mencari obat penyakit TBC (tuberclosis). Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa sistem imun seseorang yang pulih dari penyakit TBC dapat dipindahkan kepada orang lain yang belum kena penyakit tersebut melalui injeksi ekstrak sel darah putih.
Ia menyimpulkan bahwa ekstrak kekebalan tubuh ini pasti mengandung “factors” yang memungkinkan pemindahan kekebalan tubuh ini dari pendonor ke penerima.

Ia menyebut molekul ini sebagai “Transfer Factor.”

Sejak penemuan ini, penelitian tentang Transfer Factor semakin gencar berlangsung di era tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an. Dengan berkembangnya teknologi, banyak manfaat yang ditemukan dari Transfer Factor. Ada 3000 penelitian ilmiah dilakukan dan $40 juta uang diinvestasikan untuk penelitian yang melibatkan para ahli dari 60 negara. Namun, penelitian ini berhenti oleh dua hal. Pertama, ditemukannya antibiotik. Antibiotik relatif murah untuk diproduksi dan cukup efektif menangkal berbagai penyakit. Kedua adalah kontaminasi persediaan darah dengan HIV dan Hepatitis C. Oleh karena TF hanya mungkin diperoleh dari darah, para ahli menghentikan penelitiannya. Pada tahun 1986, dua orang ahli terkemuka menemukan bahwa para ibu menurunkan Transfer Factor kepada bayinya melalui plasenta dan kolostrum untuk memberikan sistem imun agar dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang tidak sehat. Hal yang sama juga terjadi pada lembu. Anak lembu yang tidak mendapatkan kolostrum dari induknya tidak dapat bertahan hidup.

www.bandung4life.com-transfer-factor-TF making

Perkembangan teknologi, bakteri yang semakin kebal terhadap antibiotik dan koleksi data yang dilakukan oleh 4Life Research dari jutaan konsumen merubah sejarah Transfer Factor. Para ahli 4Life Research kemudian menemukan bahwa telur juga mengandung Transfer Factor. Para ahli 4Life Research menggabungkan Transfer Factor dari kolostrum susu sapi dan telur menjadi produk yang ada sekarang. Kombinasi kedua Transfer Factor ini meningkatkan efektifitas sebesar 185 %. Ternyata, Transfer Factor dari kolostrum susu sapi dan telur jauh lebih hebat dari Transfer Factor yang didapat dari ibu karena baik lembu dan ayam lebih sering berhadapan dengan lingkungan yang penuh dengan bakteri atau kuman dari pada manusia yang lingkungannya lebih steril. Transfer Factor sudah digunakan di Cina, Polandia, Itali dan negara lain, tetapi tidak ditemukan di pasar secara komersial oleh karena kekurangan teknologi.

www.bandung4life.com-transfer-factor-Produk 4life 2013

Para ilmuwan dan ahli fisika terkemuka membuat keselamatan dan manfaat yang hebat dariTransfer Factor. Metode proses yang memberikan kemampuan ekstraksi dari Transfer Factor dalam skala besar, membuat Transfer Factor dapat hadir dalam kemasan sekarang. Ini dimulai tahun 1998 oleh 4Life Research. Pada tahun 2004, hadirlah Transfer Factor Tri Factor Formula (sering juga disebut Transfer Factor Advanced); tahun 2005, Transfer Factor Riovida.

Untuk lebih jelasnya mengenai Transfer Factor bisa menghubungi :

bandung-4life-transfer-factor-3

Hendrawan / 0878.0234.5000 – 0888.2345.750 (wa)/ pin bb 25DC5D62 / @AndraUkoen

Astrid / 0856.24.789.288 – 081.22.23.24.528/ pin bb 23B7C19C / @AstridTias

www.bandung4Life.com

dicari Distributor Pekanbaru , Distributor Medan , Distributor Surabaya , Distributor Jakarta , Distributor Semarang , Distributor Makasar , Distributor Bogor , Distributor Bali , Distributor Padang , Distributor Cirebon , Distributor Purwokerto dan kota-kota lainnya